KitabWahyu kepada Yohanes (singkatnya Kitab Wahyu) adalah kitab terakhir dalam kanon yang menutup sejarah Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. [1] Kitab ini juga merupakan sebuah kitab Kristen yang berisikan penglihatan, lambang, tanda, bilangan, serta hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran Tuhan kepada bangsa Yahudi. [2] Temukanilustrasi Conflict Gratis untuk penggunaan komersial Atribusi tidak diperlukan Gambar berkualitas tinggi. Tujuanpenelitian ini adalah mengkaji masalah perkembangan, proses produksi, dan proses enkulturasi pada Sanggar Keramik Mustika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Fast Money. 7Orang-orang yang dimeteraikan dari bangsa Israel71-8 1 Yer. 4936; Dan. 72; Za. 65 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. 2Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, 3Yeh. 94, 6 katanya ”Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” 4Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. 5Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan,dari suku Ruben dua belas ribu,dari suku Gad dua belas ribu, 6dari suku Asyer dua belas ribu,dari suku Naftali dua belas ribu,dari suku Manasye dua belas ribu, 7dari suku Simeon dua belas ribu,dari suku Lewi dua belas ribu,dari suku Isakhar dua belas ribu, 8dari suku Zebulon dua belas ribu,dari suku Yusuf dua belas ribu,dari suku Benyamin dua belas banyak yang tidak terhitung banyaknya79-17 9Kemudian dari pada itu aku melihat sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 10Dan dengan suara nyaring mereka berseru”Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” 11Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, 12sambil berkata”Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!” 13Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku ”Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” 14Dan. 121; Mat. 2421; Mrk. 1319 Maka kataku kepadanya ”Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. 15Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. 16Yes. 4910 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. 17Mzm. 231-2; Yes. 258, 4910; Yeh. 3423 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru Hits 9Kitab Wahyu memberikan kepada kita gambaran tentang bagaimana keadaan sebagian umat Allah apa yang mereka alami zaman itu dan apa yang akan mereka alami hingga kekekalan. Wahyu 79-17 adalah bagian lanjutan dari 71-8. Keduanya menggambarkan secara utuh umat Allah yang diselamatkan, terdiri dari orang-orang Yahudi 91-8 digambarkan oleh orang yang diselamatkan yaitu jumlah sempurna 12 suku Israel 12x12x1000 dan orang-orang bukan Yahudi, yaitu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat dihitung jumlahnya 79-17. Umat Allah dalam 79-17 digambarkan sebagai berikut. Pertama-tama, umat Allah terdiri dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa 79-12. Mereka berdiri di depan takhta Allah dan di hadapan Anak Domba sambil memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka dan berseru dengan suara nyaring “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Kedua, umat Allah dapat dikenali dalam beberapa hal sebagai berikut 713-14. Pertama, umat Allah tersebut telah keluar dari “kesusahan yang besar”714. Mereka adalah orang-orang yang telah mengalami penganiayaan semasa hidup karena dipaksa untuk menyembah kepada kaisar. Karena penganiayaan mereka sampai harus mati martir. Namun, walaupun nampak seolah mereka berhasil dikalahkan oleh penguasa-penguasa dunia, sesungguhnya di mata Allah dan dalam alam kekekalan merekalah para pemenang. Mereka mengenakan pakaian putih yang merupakan tanda orang-orang yang menang, baik mereka yang mati martir bdk. 79; 713-14 maupun yang bertahan dalam iman tanpa melalui kematian martir 34-5. Kemenangan umat Allah ini bukan karena kekuatan dan upaya diri mereka sendiri tetapi oleh karena darah Sang Anak Domba 712. Tindakan memegang daun-daun palem yang mengambarkan sambutan terhadap raja yang baru pulang dari perang bdk. peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem menunjukkan bahwa mereka bersandar pada Yesus Kristus. Puji-pujian bagi Allah yang duduk di takhta dan bagi Sang Anak Domba juga menunjukkan hal tersebut. Ketiga, dalam Wahyu 715 digambarkan mengenai bagaimana Allah akan kembali menjadi pelindung bagi umat Allah berdasarkan perjanjian covenant Allah dengan umat-Nya. Umat Allah tersebut akan berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia yang duduk di atas takhta itu siang dan malam selama-lamanya. Ini adalah tanda ketaatan mereka kepada perjanjian, yaitu hidup menurut perintah-perintah-Nya. Sebaliknya, Allah akan menjadi Allah mereka, yaitu Allah akan membentangkan kemah-Nya atas mereka yang berarti Allah akan menaungi dan melindungi umat Allah tersebut. Ini gambaran seperti waktu bangsa Israel berjalan di padang gurun di mana Allah tinggal di dalam kemah tabernakel tetapi dalam konteks “keluaran yang baru”. Namun, berbeda dengan saat itu di mana orang Israel dilindungi Allah melalui tiang awan pada waktu siang dan tiang api pada saat malam sementara Allah tinggal di dalam kemah, saat ini perlindungan Allah atas umat-Nya akan bersifat sempurna. Allah akan membentangkan kemah-Nya atas mereka bermakna Allah sendiri akan bersama dengan mereka dan melindungi mereka secara sepenuhnya. Buah dari pemulihan hubungan sempurna perjanjian adalah, umat Allah tidak akan mengalami kesulitan lagi secara fisik karena mereka tidak akan lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi 716. Ini dapat terjadi karena Anak Domba Allah Yesus Kristus akan menggembalakan dan menuntun mereka ke mata air kehidupan karena Anak Domba Allah, yaitu Allah yang menjadi manusia di dalam Tuhan Yesus Kristus, adalah gembala yang baik bdk. Yoh. 15 ; Mzm. 23. Bahkan, secara nonfisik, Allah juga akan melindungi mereka di mana Allah akan menghapuskan segala air mata dari mata mereka sehingga mereka tidak harus lagi mengalami kesedihan karena siksaan pemerintah Romawi atau karena ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihi yang mati akibat penyiksaan pemerintah Romawi. Akhirnya, yang perlu diingat adalah bahwa buah ini bukan baru dinikmati nanti di surga saja tetapi sudah mulai di dalam hidup ini, yaitu sejak kematian dan kebangkitan Kristus yang menandai dimulainya zaman akhir dan sejak kita beriman kepada Yesus, Sang Anak Domba. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa sementara dalam dunia ini buah ini belum sempurna karena dunia ini masih menderita karena akibat dosa. Namun, meskipun kita masih menderita, pengharapan akan sukacita yang sempurna ini akan menjadi kekuatan buat kita dalam menjalani kehidupan kita di dunia sampai kita kembali ke hadapan Allah. You're Reading a Free Preview Pages 10 to 20 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 25 to 29 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Page 34 is not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 39 to 56 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 61 to 71 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 83 to 86 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Page 93 is not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 100 to 142 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 155 to 166 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Page 173 is not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 184 to 192 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 201 to 202 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 206 to 233 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 237 to 240 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 244 to 249 are not shown in this preview.

ilustrasi wahyu 7 9 17